Mantan Secret Service Ungkap Detik-Detik Kematian Kennedy

Seorang anggota Secret Service dengan sigap melakukan pengamanan 
di belakang mobil milik mantan presiden AS, John F Kennedy setelah 
tertembak dalam sebuah pawai pada 1963. (Foto: AP)
Agen Secret Service yang mendampingi John F. Kennedy pada hari sang tokoh dibunuh untuk pertama kalinya buka suara dan menceritakan detik-detik terakhir pembunuhan Kennedy. Clint Hill mengisahkan kembali kenangan bulan November 1963 tersebut, saat ia melihat sang mantan presiden AS terhempas ke kursi belakang mobilnya, di atas kedua lengan istrinya yang kala itu bersimbah darah setelah kepala Kennedy ditembak dalam perjalanan melalui Dallas.

Pasangan itu segera dilarikan ke rumah sakit. Di tengah perjalanan, Jacqui Kennedy memandangi suaminya yang sekarat dan berkata, "Apa yang sudah mereka lakukan? Apa yang sudah mereka lakukan?"
Kesaksian tersebut merupakan pertama kalinya Hill, yang kini usianya mendekati kepala delapan, membuka mulut mengenai peristiwa penembakan itu.
Hill dan empat mantan agen Secret Service lainnya menyudahi sumpah bungkam mereka dan untuk pertama kalinya menuliskan pengalaman mereka di Gedung Putih dalam sebuah buku baru, The Kennedy Detail.
Bagian yang paling menarik dalam buku itu sejauh ini adalah mengenai Hill, yang pada hari itu bertugas melindungi sang ibu negara.

Hill tengah berlari di samping mobil kepresidenan AS ketika peristiwa penembakan itu terjadi.
Hill merupakan sosok yang dikisahkan dalam film Zapruder mengenai pembunuhan tersebut. Mengisahkan saat dia memanjat naik ke belakang limusin presiden.
"Saya mendengar tembakan pertama, melihat presiden memegang tenggoroknya, secara tiba-tiba bergerak ke kiri, dan saya tahu ada yang salah," kenang Hill dengan suara yang tersendat.

"Saat saya mendekati mobil kepresidenan, saya mendengar bunyi letusan tembakan ketiga yang mengenai kepala presiden, sedikit di atas telinga kanan dan menimbulkan lubang sebesar telapak tangan saya," kata Hill.
"Darah dan otak berceceran di tubuh saya dan di mobil," tambahnya.
"Saya membantu Nyonya Kennedy kembali duduk di kursi belakang, dan Presiden (Kennedy) jatuh ke pangkuannya," tambah Hill.
"Saya cukup yakin luka itu mematikan. Ibu Negara tampak syok. Ia melakukan yang terbaik yang bisa ia lakukan, ia bermandikan darah," tambahnya.
Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Parkland, tempat dipastikannya kematian Kennedy, tidak banyak yang diperbincangkan. Tapi, menurut istri Hill, Nyonya Kennedy berkata sesuatu seperti, "Oh, Jack, apa yang telah mereka lakukan? Apa yang telah mereka lakukan?"
Dalam buku tersebut, para agen juga membahas mengenai rasanya bekerja di Gedung Putih dan membahas sejumlah rumor, seperti skandal Kennedy dan Marilyn Monroe, yang – menurut mereka – tidak pernah terjadi.

Mereka juga memperbincangkan mengenai saat-saat yang riang, seperti saat istri Kennedy biasanya selalu meminta izin kala hendak menyalakan sebatang rokok.
Kala itu, tidak ada yang tahu istri Kennedy seorang perokok, dan Nyonya Kennedy ingin memastikan bahwa Secret Service telah memeriksa keadaan sekitar sehingga dia bisa merokok dengan "aman".
Para agen berharap buku yang mereka tulis akan mengakhiri "industri teori konspirasi" yang muncul di seputar pembunuhan Kennedy.

Mantan agen Gerald Blaine berkata, "Sebagian besar sejarah yang ada hari ini dituliskan oleh sebuah industri yang bernama ‘konspirasi’. Jika kami tidak bicara dan menyeimbangkan sejarah ini, maka tak akan ada yang tahu persis kejadian sesungguhnya."

http://www.suaramedia.com/berita-dunia/amerika/32552-mantan-secret-service-ungkap-detik-detik-kematian-kennedy.html

0 komentar:

Poskan Komentar

Teman Kami