Menyembuhkan Luka Usai Putus Cinta


Sudah putus hubungan, tapi masih tetap komunikasi dengan baik, tak banyak pasangan bisa melakukannya. Kalaupun bisa, biasanya butuh waktu tidak singkat untuk bisa menyembuhkan luka.

Hubungan ibarat kaca. Kadang lebih baik meninggalkan kaca itu pecah daripada menyakiti diri sendiri dengan menyatukan pecahannya.

Mengakhiri hubungan tentu menyakitkan, bahkan ketika Anda tahu hubungan itu tidak lagi sehat. Jika putus menjadi keputusan terbaik, maka melepaskan orang yang kita cintai bukan pekerjaan berat. Selanjutnya, biar waktu yang akan menyembuhkan.

Di bawah ini, lima cara menyembuhkan sakit hati akibat putus cinta, seperti dibocorkan Shine.

Kendalikan sikap Anda

Untuk melanjutkan hari demi hari tanpanya, kadang-kadang Anda perlu memotong segala bentuk kontak. Memang sulit, tetapi mengendalikan sikap, menemukan kekuatan diri, tidak merespons ketika dia mengontak, atau tak lagi menghubunginya adalah alternatif terbaik atasi sakit hati akibat putus. Anda sendirilah yang berhak menentukan arah hidup Anda.

Dengarkan apa yang dia katakan dan yakini apa yang dia lakukan

Sudah lebih dari setahun Anda putus, tetapi sang mantan masih mengatakan dia mencintai Anda setiap kali menelpon. Anda ingin dia kembali sepenuhnya, tapi dia bilang tidak bisa.

Jika mantan mengatakan tidak dapat bersama Anda, percayalah padanya. Dia mungkin bilang cinta, tetapi jika ia benar-benar ingin bersama Anda, maka ia akan bersama Anda.

Jika dia mengatakan tidak lagi cinta, fokuskan diri untuk melanjutkan hidup. Anda harus menerima apa yang dikatakannya dan terus maju. Semakin cepat menarik diri dan menyelesaikan perpisahan, maka Anda akan semakin bahagia.

Stop berfokus pada masalah dan apa yang tidak dapat Anda lakukan

Mungkin Anda tidak mau jujur soal putus pada sahabat dan tidak bisa mengerti mengapa Anda tidak dapat menyembuhkan sakit hati. Lalu kini, apa yang bisa Anda lakukan?

Langkah pertama, susun dan tuliskan tujuan Anda dalam jangka pendek dan jangka panjang. Kemudian, dalami setiap tujuan (misalnya, "merasa lebih bahagia dan percaya diri tentang masa depan saya") dan tulis tiga cara untuk mencapai tujuan (misalnya, "menghabiskan waktu bersama orang-orang berpikiran positif dan optimis"). Stop berfokus pada pemikiran, "Saya tidak bisa" dan "Aku ingin". Sebaliknya, bergerak maju ke arah hal yang dapat Anda capai.

Tetap memerhatikan diri sendiri

Banyak wanita bingung bagaimana harus bersikap dengan mantan kekasih, terutama jika putus cinta itu belum final.

Untuk mengatasi pikiran obsesif tentang mantan, Anda harus tetap berhubungan dengan diri yang sehat, bahagia, dan membahagiakan. Artinya, penuhi diri dengan apa yang Anda sukai, tetap berhubungan dengan teman dan keluarga, tuliskan pikiran dan perasaan Anda yang sebenarnya dalam sebuah buku harian. Hal ini juga berarti tidak lagi ada rasa ketakutan, kegelisahan, atau perasaan negatif.

Jaga tujuan hidup jangka panjang

Jawab pertanyaan berikut secara logis dan rasional, apakah kekasih adalah pilihan sehat bagi hidup Anda? Apakah tujuan hidupnya sesuai dengan tujuan jangka panjang hidup Anda? Apakah ia mengupayakan kelanggengan hubungan?

Pikirkan hubungan Anda dengan kepala dingin dan pikiran tenang. Biarkan diri Anda merasakan semua emosi dan kerinduan tidak terkendali, tapi jangan hanyut dalam gelombang pasang surut cinta tanpa harapan.

0 komentar:

Posting Komentar

Teman Kami